Belahan Jiwa

Meru

Gerimis masih menyisakan rinainya. Sore yang biasanya hangat berubah muram. Orang-orang melintasi trotoar dengan diam. Berjalan cepat  sambil memegangi payung atau berdekap merapatkan baju hangat mereka. Kecuali gadis di seberang jalan itu. Aku melihatnya samar dari balik kaca jendela yang buram karena mengembun. Gaya berjalannya yang melenggang santai tampak berbeda dengan  sekeliling. Tertarik rasa ingin tahu, jariku bergerak memutar permukaan kaca menyisakan ruang yang jernih untuk bisa mengamatinya dengan jelas.

Perawakannya langsing cenderung kurus dengan kulit kuning langsat. Rambut lurusnya diikat kuda seadanya menyisakan anak rambut yang basah meriap di dahi. Tidak cantik tapi menarik.  Sebentar bibirnya mengatup rapat dengan dahi sedikit berkerut seolah memikirkan sesuatu. Sebentar kemudian matanya berbinar dan senyumnya terkembang. Manis. Ia tersenyum sambil  membuka telapak tangannya merasakan sisa gerimis. Ah, gadis itu mencintai hujan rupanya.

Sambil sesekali berjingkat melompati genangan air, ia menyusuri trotoar. Menyeberangi zebra cross mendekat ke tempatku. Pintu kafe berdenting ketika seseorang membukanya. Itu dia, memasuki cafe dengan pakaian setengah basah. Mengedarkan pandangan dengan cepat ke penjuru. Lalu mendadak menoleh ke arahku. Seperti magnet kami bertatapan beberapa detik. Pandangannya penuh selidik. Seolah tahu aku mengamatinya sedari tadi. Tiba-tiba ia melengos membuang muka seakan tak peduli. Lalu senyumnya terkembang lebar dengan wajah riang ketika pemilik kafe ini memanggilnya.

“Ranu! Apa kabar , darimana saja kamu? Naik gunung lagi?”

Gadis  itu mencintai hujan. Menyukai gunung. Dan bernama Ranu.

——

Ranu

Josh bilang aku adalah gadis yang labil.

 Mungkin di kehidupan lalu aku seekor katak. Membutuhkan dua dunia untuk kehidupannya.

Aku menjawab sekenanya saat itu. Josh tertawa. Lalu ekspresinya berubah serius.

Jika kehidupan lalu itu ada, kamu pastilah kupu-kupu. Cantik tapi tak bisa dirangkum tangan. Selalu terbang melepaskan diri.

Matanya yang coklat menatapku tajam. Membuat jantungku berdebar seketika. Cuma sebentar, karena binar keisengan kembali muncul  di bola matanya. Aku tertawa gugup. Hatiku kadang terlalu naif.

Hujan masih menyisakan gerimis ketika aku melangkahkan kaki tapi aku tak peduli. Sesuatu dalam hatiku mendesak untuk datang ke kafe itu. Mungkin aku merindukan Josh.

Aku menghirup dalam-dalam aroma basah yang menguar dari tanah dan rerumputan yang kulewati. Sesekali  kubuka telapakku merasakan sensasi sentuhan titik air menyentuh saraf kulit. Mengintip genangan air mencari pantulan wajahku disana. Pakaian dan rambutku tampak sedikit basah oleh gerimis.

Pintu kafe berdenting ketika aku membukanya. Aroma muffin dan cake  yang baru keluar dari oven bercampur  aroma kopi luwak menyerbu saraf penciuman. Paduan sempurna untuk menikmati sore gerimis. Sekilas pandanganku menyapu ruangan dan mataku tertumbuk padanya.  Sosok jangkung berbahu bidang dan wajah oriental. Duduk rileks dengan pandangan  tepat menuju ke arahku. Seakan ia sudah menungguku melewati pintu masuk sedari tadi. Aku menatap matanya tajam, alih-alih menundukkan wajah karena salah tingkah, ia justru balas menatapku lekat. Perutku bergejolak sesaat. Teringat pandangan lekat milik seseorang dimasa lampau, entah siapa.  Tak tahan,  aku melengos ke arah lain tepat bersamaan ketika kudengar suara Josh memanggilku,

“Ranu!..”

——

RanuMeru

Pintu berdenting. Mereka bertatapan

Fatum nos vocat. Takdir memanggil.

Tak seorang pun menyadari keberadaan kabut diantara mereka yang menipis perlahan. Sehelai  benang tak terlihat menghubungkan mereka berdua. Hari  ini sebuah simpul terlepas. Ranu dan Meru, dilahirkan kembali untuk saling mencari. Takdir memanggil mereka untuk bertemu dan menjalin cerita. Menuntaskan kisah mereka berdua yang telah dimulai berabad silam.

Dunia lirang, 01/10/11

Advertisements

One thought on “Belahan Jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s